8/26/2009

ANTI MALIGSIA!!


Sudah berapa kali kita Bangsa Indonesia diHina oleh Malaysia. Mengapa kita Bangsa yang besar yang pernah dijuluki macan asia tidak mampu berbuat apa-apa disaat Bangsa kita sedang diInjak-Injak seprti ini. Pernahkah anda berfikir, bahwasanya Bangsa kita tidak pantas diperlakukan seperi ini?!
Hal-Hal keji yang telah dilakukan Malaysia terhadap kita bukan hanya satu hal saja melainkan dibanyak hal lainya.
1. Masalah Pelecehan TKI di Malaysia.
2. Masalah Pengambilan Pulau Milik BANGSA INDONESIA.
3. Penculikan sekaligus pelecehan terhadap Warga Negara Indonesia yang dilakukan oleh putra
mahkota Raja Klanten di Malaysia.

Apakah ke-tiga hal keji tersebut belum mampu membuat kita tergugah untuk menghentikan upaya penjajahan secara pelan-pelan oleh Negeri Jiran itu?! Atau kita hanya menunggu apa yang akan dilakukan oleh Malaysia?!

Saya membuat blog ini tidak untuk memprovokasi pihak manapun ataupun menjelekan pihak manapun, Saya Menulis ini beralaskan keprihatinan saya sebagai Warga Negara Indonesia yang memang seharusnya mampu melakukan sesuatu dikala Bangsanya sedang di Hina.
Mari kita serukan ANTI MALINGSIA untuk mengankat harkat dan derajat BANGSA INDONESIA.

Virus komputer buatan indonesia lebih 'rese' dari pada buatan asing!

Virus komputer lokal buatan Indonesia yang banyak beredar di dunia maya saat ini diyakini lebih berbahaya dari virus produksi asing. Dalam beberapa kasus, virus lokal sampai menghilangkan data file di komputer korban.
"Sementara, virus asing tidak sampai menghilangkan file penting penggunanya. Produsen virus tersebut hanya ingin menunjukkan kelemahan windows yang ada saat ini," kata Yudhi Kukuh, Technical Security Consultant, ESET Indonesia, perusahaan di bidang keamanan digital, Minggu (23/8).
Namun, jelas dia, dari sejumlah virus yang menyebar di seluruh jaringan komputer di dunia, virus asal Indonesia hanya menyumbang 0,1 persen. "Meski penguasaannya terbilang minim secara internasional, pengguna komputer perlu menyadari pentingnya antivirus untuk melindungi data," ujarnya.
Sampai saat ini, kata dia, variasi virus di dunia sangat beragam. Akan tetapi, yang kini menjadi tren dan berbahaya adalah virus "configure". Virus ini sifatnya bisa menggandakan diri, sehingga kini variannya bisa mencapai turunan ke-30 ("configure" varian AQ).
"Mayoritas, selama ini yang menyerang komputer di antaranya `configure generic`, `configure` varian A, dan `configure` varian AA," katanya.
Sementara, ia mencontohkan, ragam virus lokal yang juga membahayakan data pengguna komputer seperti babon, aksika, "coolface & coolface MP3 player", W32/Kill AV, pendekar "blank", pacaran, "blue fantassy", "Windx-Matrox". Selain itu, ada juga virus amburadul, FD Shield, Purwo C, dan Nadia Saphira.

Terkait pengguna antivirus ESET, Marketing Communications ESET Indonesia, Chrissie Maryanto, menyatakan, sampai saat ini pasar terbesar sebanyak 60 persen berada di Jakarta, 30 persen di Surabaya, dan 10 persennya menyebar di kota lain. "Dari jumlah tersebut, segmentasi pasar kami terdiri dari 80 persen kalangan korporasi dan 20 persen pelaku usaha ritel," katanya.

Khusus di Surabaya, ia siap menembus pasar ritel di kota tersebut. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan peritel yang bergerak di bidang teknologi informasi (TI). Sementara itu, sejak Agustus ini ia telah memiliki reseller di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Jember, Bali, Balikpapan, dan Papua.

"Mengenai upaya menarik konsumen, kami memberikan promo Merdeka Dari Virus dengan harga promosi untuk Home Edition seperti ESET Antivirus NOD32 yang kini menjadi 24,99 dolar Amerika Serikat (AS), dari harga normal 39,99 dolar AS," katanya.